Solatun's Communication Blog

COMMUNICATION, CULTURAL STUDIES, AND CRITICAL DISCOURSE

TOKOH TELADAN MUSLIM

IBADAH QURBAN
WUJUD KEPATUHAN KEPADA ALLAH

Oleh
Dr. Solatun D. Sayuti

KHUTBAH IEDUL ADHA 1425 H
MASJID JAMI’ SUKARESIK
Jln. Kh. Ahmad Dachlan
Bandung
اَلسَّلاَمْ عَلَيْكُمْ وَرَحمَْةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ

• َاَْلحَمْدُ ِللهِ, َاْلحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِاْلهُدَى وَدِيْنِ اْلحَق, لِيُظْهِرَهُ عَلَى الّدِيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا
• أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاََّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ
• اَللَّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِىِّ اْلكَرِيْمِ, وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالتَّابِعِ التَّابِعِيْنَ اَجْمَعِيْنَ
• أَمَّا بَعْدُ:فَيَآ اَيُّهَآ الحاضرون اْلعَائِدُوْنَ, اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ, اِتَّقُوْا الله َحَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ
أَعُوذُ باِللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
• : إِنَّا اَعْطَيْنَاكَ اْلكَوْثَر- فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَاْنحَر, إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَر (الكوثر)
• Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang sangat banyak; Maka dirikanlah shalat )semata-mata) karena Tuhanmu, dan berqurbanlah; Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah orang yang terputus (akan punah keturunan dan agamanya).
Hadirin Rahimakumullah:
Seraya memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT., mari kita memohon kepada-Nya, semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kita mohonkan juga semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada keluarga dan shahabat beliau dan kepada kita semua yang hingga saat ini masih setia mengikuti risalah ajarannya.
Kita juga tidak lupa memohon kepada Allah, semoga saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah ujian dari Allah di Aceh memperoleh kesabaran, ketabahan, dan kekuatan sehingga mereka akan keluar sebagai pemenang yaitu menjadi orang-orang mu’min, muhsin, dan muttaqiin.

Hadirin Rahiimakumullah:
Umat Islam di seluruh dunia sejak hari kemarin merayakan Hari Raya Iedul Adha dengan diiringi takbir, tahlil, dan tahmid mengagungkan asma Allah SWT. Sebagian umat Islam bahkan sejak Rabu kemarin telah menunaikan wukuf di arafah yang merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji. Rangkaian ibadah ini akan dilanjutkan dengan penyembelihan qurban hingga hari Senin 13 Dzulhijjah yang akan datang.
Kesemua itu dilakukan sebagai wujud kepatuhan kepada Allah yaitu di dalam kerangka mengikuti millah Nabiyullah Ibrahiim alaihissalam, sebagaimana difirmankan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW:
قُلْ إِنَّنِى هَدَانِى رَبِّى إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ, دِيْنًا قَيِّمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا, وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ(161) قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُشُكِى وَمحَيَْايََ وَمَمَاتِى ِللهِ رَبِّ الْعَالمَِيْنَ (162) لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ اُمِرْتُ وَانَاَ اَوَّلُ اْلمُسْلِمِيْنَ (الأنعام: 163)
• Katakanlah (Wahai Muhammad):”Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh (Allah) Tuhanku kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar, agamanya Nabi Ibrahiim yang lurus, dan tidak sekali-kali beliau (Nabi Ibrahiim) itu termasuk orang yang musyrik.
• Katakanlah:”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah ditujukan kepada Allah Tuhan semesta alam.
• Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang pertama yang berserah diri.
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ
Hadirin Rahiimakumullah:
Ada dua anugrah yang agung dari Allah SWT tersirat dari dalam ayat tersebut di atas yaitu bahwa,
1. Kita sebagai ummat Muhammad adalah umat yang dianugrahi petunjuk yang agung berupa agama yang benar dan lurus yaitu agama Islam.
2. Kita beragama Islam adalah mengikuti Agama Islam yang dirisalahkan Nabi Muhammad yang juga adalah agama para nabi sejak Nabi Ibrahiim yang tunduk, patuh, dan tidak sekali-kali terpeleset ke dalam kemusyrikan.

Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam al-Qur’an:
• اِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ اَسْلِمْ, قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالمَيِْنَ
• وَوَصَّى بِهَآ إِبْرَاهِيْمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِىَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تمَوُتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (البقرة:131-132)

• Ketika (Allah) Tuhannya berfirman kepadanya (Ibrahiim):”Tunduk patuhlah!” maka jawab Ibrahiim:”Aku tunduk patuh kepada (Allah) Tuhan semesta alam”
• Dan Ibrahiim pun mewasiatkan firman Allah tersebut kepada anak-anaknya dan juga kepada Ya’kub:”wahai anak-anaku, sesungguhnya Allah telah memilihkan bagi kalian agama (Islam) ini, oleh karena itu jangan kalian mati melainkan dalam keadaan ber-Islam”.

Hadirin Rahiimakumullah:
Ketaatan dan kepatuhan Nabiyullah Ibrahiim dan keluarga beliau bahkan telah terukir dan terabadikan di dalam upacara ritual atau ibadah qurban yang kita laksanakan setiap tahun.
Perintah qurban kepada Nabiyullah Ibrahiim itu kita dapatkan di dalam Al-Qur’an surah Ash-shafaat. Nabi Ibrahiim yang saat itu telah berusia seratus tahun belum dikaruniai putra memohon kepada Allah seorang putra yang shalih. Namun demikian, setelah dikarunai putra shalih yang sedang beranjak dewasa, Nabi Ibrahiim pun bermimpi mendapat perintah Allah agar beliau menyembelih Ismail putranya itu dengan tangannya sendiri:
Ketika Ibrahiim bertanya kepada putranya Ismail:

يَا بُنَىَّ إِنِّى اَرىَ فِى المَنَّامِ اَنِّى اَذْبَحُكَ فَانْظرُ ْمَاذَا تَرَى؟ (الصفات:1002)
Wahai anakku yang kucintai, ayah berkali-kali mimpi mendapat perintah Allah agar memotongmu dengan tanganku sendiri, perhatikan, bagaimana menurut pendapatmu?

Jawaban Ismail dengan tegar:
قال:يَآ اَبَاتِ إْفعَلْ مَا تُؤْمَرُ, سَتَجِدُنِى إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ
Wahai ayah, laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu,! Dan insyaa Allah (akan Engkau dapati bahwasanya) kita termasuk orang-orang yang shabar.

Atas kepatuhan, ketaatan, dan keshabaran Nabi Ibrahiim dan putranya itu Allah membenarkan mimpi Nabi Ibrahiim dan kemudian ketika dilaksanakan penyembelihan, Allah menebus (sebagai pengganti Nabi Ismail) dengan seekor sembelihan (gibas) yang besar.

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ
Hadirin Rahiimakumullah:
Kisah Nabi Ibrahiim tersebut di muka adalah sebuah I’tibar atau pelajaran dan pendidikan bagi kita tentang betapa pentingnya patuh, taat, dan shabar di dalam menjalankan agama Allah. Kepatuhan, ketaatan, dan keshabaran itu bahkan dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahiim ketika harus menyembelih putranya sendiri dengan tangannya sendiri. Itu semua dilakukan dengan ikhlash oleh Nabi Ibrahiim karena ketaqwaan beliau; dan memang itulah hakikat dari ibadah qurban yaitu ibadah yang menunjukkan ketaqwaan kita kepada Allah, sehingga Allah SWT menegaskan di dalam Al-Qur’an:
لَنْ يَنَالَ اللهَ لحُُُوُْمُهَا وَلاَ دِمَآؤُهَاوَلَكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ (الحج:37)
Tidak akan pernah daging dan darah (sembelihan qurban) itu mencapai kedirhaan Allah, melainkan yang akan mencapai keridhaan Allah itu adalah ketaqwaan kalian (yang berqurban).
Penegasan Allah ini menggambarkan betapa ibadah qurban itu merupakan hal yang sangat penting karena merupakan wujud ketaqwaan dalam arti sesungguhnya yaitu bersedia menjalakan apapun yang diperintahkan oleh Allah, sampai-sampai contoh yang diberikan Allah kepada kita adalah Nabi Ibrahiim yang bahkan rela menyembelih putranya sendiri.
Begitu pentingya qurban yang merupakan wujud ketaqwaan kepada Alllah, maka Rasulullah menjadikan ibadah qurban sebagai ibadah sunnah muakkadah, atau sunnah yang sangat ditekankan. Untuk menekankan pentingnya ibadah qurban ini, sampai-sampai beilau bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَاعَةٌ وَلمَ ْيُضَحِّى فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلَّى نَا

Barang siapa yang sudah mampu berqurban tetapi tidak mau melakukannya, maka jangan ia mendekati tempat sembahyang kami.

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ
Hadirin Rahiimakumullah:
Kita saat ini sedang menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT. Kita belum lagi keluar dari krisis nasional yang tergambar pada masih sulitnya kehidupan ekonomi, sosial, dan politik kita. Pada saat seperti ini kita harus menghadapi ujian yang sangat mengguncangkan hati kita berupa badai tsunami yang telah merenggut lebih dari 150.000 jiwa saudara-saudara kita.
Ujian demi ujian itu seakan tidak memberi kesempatan kepada kita bahkan untuk sekedar memahami apa hikmah di balik semua itu. Namun demikian bersyukurlah kita saat ini dengan adanya perayaan Hari Raya Iedul Adha. Hari raya qurban ini telah memberikan kepada kita tonggak sejarah yang dibenarkan oleh Allah bahwa kepatuhan, ketaatan, dan keshabaran akan menjadi wasilah yang menghubungkan diri kita dengan keridhaan Allah.
Hal ini sangat jelas ditegaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an:
• إِنَّا اَعْطَيْنَاكَ اْلكَوْثَر ,فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَاْنحَر, إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَر (الكوثر)
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang sangat banyak; Maka dirikanlah shalat )semata-mata) karena Tuhanmu, dan berqurbanlah; Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah orang yang terputus (akan punah keturunan dan agamanya).
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad berduka oleh karena putra kesayangannya yaitu Qasim meningal dunia. Orang-orang kafir Quraisy bersorak sore atas kedukaan Nabi, namun Allah berfirman bahwa dengan shalat dan berqurban karena ketaqwaan kepada Allah, maka kita akan dijamin selalu di dalam keberlimpahan ni’mat yang sangat besar, sedangkan orang yang musyrik akan punah keturunan mereka dan terputus generasinya.

Hadirin Rahiimakumullah:
Di tengah kemelut menghadapi cobaan dan ujian Allah ini, kita dirundung oleh ujian yang baru yaitu digiringnya 300 anak-anak kita ke gereja. Mereka adalah anak-anak Muslim dari Aceh yang sedang duka kehilangan ibu dan ayah mereka. Seakan seperti pepatah sedang baru jatuh tertimpa tangga. Adalah sangat tepat sekiranya kita tafakkur dan mengambil pelajaran dari ujian-demi ujian itu.
Jangan-jangan semua ujian itu ditimpakan kepada kita karena shalat kita, ibadah kita, dan semua qurban kita selama ini masih belum semata-mata kita tujukan sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah.
Jangan-jangan kita ummat Isam di Indonesia yang mayoritas mutlak tetapi selalu terpinggirkan, selalu termarjinalkan, terkalahkan bahkan oleh yang minoritas, karena kita memang belum benar-benar menjadi muslim yang menegakkan shalat dan berqurban semata-mata karena Allah.
Pada saat yang penuh ni’mat dari Allah ini mari kita renungkan kembali, kita camkan kembali, dan kita amalkan pesan al-Qur’an:
قُلْ إِنَّنِى هَدَانِى رَبِّى إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ, دِيْنًا قَيِّمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا, وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ(161) قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُشُكِى وَمحَيَْايََ وَمَمَاتِى ِللهِ رَبِّ الْعَالمَِيْنَ (162) لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ اُمِرْتُ وَانَاَ اَوَّلُ اْلمُسْلِمِيْنَ (الأنعام: 163)
Semoga kita masih berkesempatan untuk memanfaatkan sisa usia kita, sisa harta kita, sisa jabatan kita, sisa tenaga kita, dan sisa pengetahuan kita untuk kembali mengikuti Ajaran Islam yang merupakan Risalah Muhammad SAW dan agama Nabiyullah Ibrahiim AS.
Semoga kita dengan ibadah qurban ini menjadi pengikut Rasulullah Muhammad SAW yang juga pengikut Nabiyullah Ibrahiim yang taat, patuh dan bershabar menjalankan segala perintah Allah. Semoga kita sebagai Ummat Muhammad SAW menjadi ummat yang senantiasa menegakkan shalat dan berqurban semata-mata karena ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ

Hadirin-Aaidiin Rahiimakumullah:
Mari kita tundukkan segenap jiwa raga kitadi hadapan Allah seraya memohon dalam do’a kepada-Nya:

• إِنَّ الله َوَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَاأَيُّهَآالَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُ تَسْلِيْمًا
• اَللَّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ, آمين
• اَللَّهُمَّ اْغفِرْلَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعْوَاتِ فَيَا قَاضِىَ اْلحَاجَتِ
• َاللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَطَاعَتِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
• اَللَّهُمَّ إِنَّ نَسْتَعِيْنُكَ-وَنَسْتَهْدِيْكَ-وَنَسْتَغْفِرُكَ-وَنُؤْمِنُ بِكَ,وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ, وَنَشْكُرُكَ وَلاَنَكْفُرُكَ- وَنُثْنِى عَلَيْكَ اْلَخَيْرَ-وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَا يَفْجُرُكَ- اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ- وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ-نَرْجُ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ- إِنَّ عَذَابَكَ اْلجِدَّ لِلْكُفَّارِ مُلْحَقَّ
• اَللَّهُمَّ رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ اْلأَمْرِكِيْنَ اْلكَافِرِيْنَ اْلمُشْرِكِيْنَ اْلفَاسِقِيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَمَلأَهَ ُزِيْنَةً وَأَمْوَالاً وَقُوَّةً فِى اْلحَيَوةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّ عَنْ سَبِيْلِكَ , رَبَّنَا اْطمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاْشدُدْ عَلَى قُلُوْبِهِمْ
• اَللَّهُمَّ رَبَّنَا فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَجُنُوْدَهُمْ فَلاَ يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُ اْلعَذَابَ اْلأَلِيمَ
• اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمُ وَاْلمُسْلِمِيْنَ, وَاجْعَلْنَا بِرَحْمَتِكَ وَبَرَكَاتِكَ وَقُوَّتِكَ وَنُوْرِ هِدَايَتِكَ مِنَ اْلقَوْمِ الصَّابِرِيْنَ اْلصَّالِحِيْنَ اْلمُتَّقِيْنَ اْلمُتَوَكِّلِيْنَ اْلمُقَرَّبِيْنَ آمِيْن
• اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ وَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلفَاسِقِيْنَ وَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلمُفْسِدِيْنَ,
• اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لاَتُؤَاحِذْنَا إِنْ نَاسِيْنَا اَوْ أَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِسْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ,رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَتَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَناَ وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَآنْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ
• رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
• عِبَادَ اللهِ إِنَّ الله َيَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْىِ يَعِيْظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَاَسْتَغْفِرُ الله َلِى وَلَكُمْ

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ

بَرَكَالله ُلِى وَلَكُمْ وَاْلعَفْوُ مِنْكُمْ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

April 17, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: